Sampai sekarang masih belajar untuk bisa membedakan batik tulis, cap dan bahan printingan… kata pengrajin batik yang pernah saya temui…”lama2 bisa ngebedain kok mbak.”

Kadang2 gampang..kadang2 susah..karena sekarang teknik printing juga udah ada yang rapi …minimal bisa semirip batik cap lho! batik yang bukan batik ;p ;p

Let’s try ya…. coba kita bandingin antara bahan muka dan belakang batik tulis biasanya identik saking halusnya….seperti ini:

contoh 1,

atas: bag. muka, bawah: bag. belakang

contoh 2:

kiri: bag. muka, kanan: bag. belakang (nyaris gak ada bedanya kan? halus banget soale)

 kiri: bag muka, kanan: bag belakang

Tapi ada juga batik tulis buatan sekarang yang bagian belakangnya gak serapih bagian muka, seperti ini:

contoh 3:

atas: bag muka, bawah: bag belakang (titik putihnya tidak terlihat jelas)

klo yang ini contoh batik cap…. klo diperhatikan bisa kelihatan sambungan antar motif sesuai cetakan capnya…

 

Ini contoh bahan pinting motif batik… bagian muka terang…bagaian belakang biasanya hanya berupa bayangan aja….seperti tekstil printing-an pada umumnya. Tapi ya itu……masalahnya sekarang ada juga bahan printing yang (katanya) diwarnai lagi dengan cara di’tembak’ pakai warna alam..sehingga hasilnya sepoerti batik cap…sigggh…., nah yang gitu aku masih agak susah ngebedaiinnya… PR bagiku dan kita semua untuk belajar lagi ;-).

contoh 1:

kiri: bag. muka, kanan: bag. belakang

contoh 2:

kiri: bag. muka. kanan: bag. belakang (kelihatan hanya bayangannya aja kan)

 

lumayaaan…dah bisa ngebedain dikit2??? :)

- jeng shar -

Aku dah mulai suka batik ever since i was SD…inget banget..sejak kelas 4.. pas sama mama dipinjemin kain batiknya nenekuntuk latihan nari bali…then i lost the kain!! hiks hiks…jaman dulu di kelas nariku ada yang klepto gitu… tapi entahlah siapa orangnya …yang jelas si pengklepto ini hobinyaklepto khusus barang2ku aja (lhoo kok jadi curhat ;p)

Sejak saat itu penasaran aja sama batik…mikir..kenapa juga kainnya mama ditilep ya? Bukannya cuma kain biasa aja?? Trus pas bilang ke mama, bahwa kainnya nenek hilang….trus mama kayaknya rada sedih…..akhirnya nyadar klo batik itu ada valuenya… khusus untuk kainnya nenek yang hilang itu.

Jadi……selain karena batiknya bagus….batik tulis juga karena ada nilai sejarahnya (it’s gonna be a long and heavy wiehgt story ;p):

jadi itu batik dibeli oleh datukku which is my mom’s father untuk dikasi sebagai oleh2 dari perjalanan bisnisnya to his beloved wife 

yaitu my nenek (which is my mom’s mother..ya iyalaaah…masa iya dong ;p ;p)…

dimana saat itu dua2nya udah passed away sehingga kainnya jadi naik derajat jadi warisan dan membuat ibuku sentimentil about that kain…huaaaaa….tuuuh kan beraaat kan storynya.

lanjuuuutt….. jadi cerita itu nempel banget di benakku…. sehingga pas dah gede…punya uang sendiri untuk beli batik aku selalu milih batik yang cantik….yang tulis ( dulu blom terlalu mahal kayak sekarang) dan punya ketertarikan sendiri terhadap batik lawasan. Aku juga suka banget sama kain2 daerah lain… aku punya songket pontianak…tenun ikat dari lombok…aneka kain bugis yang warna warni meriah yang cantik juga punya……Tapi karena pertimbangan kenyamanan bahan (lebih mudah menemukan batik berbahan katun tentunya ketimbang songket gitu misalnya…mana ada songket yang ringan kan ;p)

Setelah nikah, suamiku tercinta…si mas Ardha yang asli jawa itu gak terlalu menolong banyak untuk mengup grade pengetahuan batikku hihihi….secara dia besar di jakarta jadi gak ngerti juga ttg perbatik2an..dan pas kita nikah pake adat melayu thus….kain seserahan dia untuk aku juga gak pake pakem2 jawa krn my mom in law asik2 ajah orangnya (love u mom!)… sooo, untuk seserahan asli bebas milih sendiri hihihi…i chosed the blue one for my seserahan hihihi…bukan yang motif parang kesumo, truntum  atau  ratu ratih. dan suamiku juga gak ngasi kain bermotif madubranta perlambang tanda kasih asmara pengantin pria kepada pasangannya …ciee… ;p ;p

Anyway…batik for me itu either harus TULIS atau CAP….selain itu…seperti yang layaknya sekarang beredar di pasaran…bahan PRINTING motif batik….yang satu ini untukku bukan batik..tapi tekstil bermotif ;p.

Soalnyaaaa, namanya juga batik, lah ya bikinnya dengan cara mbatik tooh….bukan dengan cara naik cetak di mesin printing seperti cetak koran berjuta2 eksemplar trus pas udah jadi dikasi bau2n serupa malam ;p.

Masalahnya klo orang2 bisa ngebedain mana batik bener (either cap atau tulis) mah gak papa ya…tapi kan banyak juga yang gak ngeh….sehingga tekstil printing juga dianggap batik….dan dijual juga dengan harga yang mahal karena motifnya yang katanya halus dan susah. Seni budaya batik bisa punah klo kalah dengan kepentingan perekomonian begitu..dengan alasan lebih ekomonis dan menguntungkan..secara masal penjual2 diapproach untuk menjual bahan pritingan tsb ketimbang batik…. duuh sayang kan ya. Minimal mesti diinfo juga kepada pembeli (yang belum paham bedanya) mana yang batik bener….mana yang printing..

This time let the passion for batik (dan juga kain2 asli nusantara lainnya) berkembang dengan sehat di kalangan anak2 muda penerus tradisi dan warisan indonesia ….dimulai dengan menginformasikan kepada generasi baru kini the story behind batik dan kain2 nusantara lainnya. Ceileee……